Senin, 25 Juli 2011

pendiri pondok pesantren al-qodiri 1 jember

Dalam kesehariannya, kehidupan Kyai Ahmad Muzakki Syah sangat bersahaja. Dia tidak pernah menonjolkan dirinya dalam situasi apapun.

Lahir pada 8 September 1948 di Desa Kedawung, Kel. Gebang, Kec Patrang. Kab Jember, Jawa Timur. KH. Ahmad Muzakki Syah adalah putra KH Ahmad Shaha, penghulu asal Bondowoso dan Hj. Siti Fatimah Zahroh asal Jember.

Setelah menamatkan pendidikan formalnya, Muzakki muda sempat mengenyam perguruan tinggi di IAIN Sunan Ampel, hingga 2 semester. Selanjutnya, dia menimba ilmu secara non formal di beberapa pesantren di wilayah Jawa Timur.

Selama bertahun-tahun, Muzakki muda di tempa sejumlah kyai dari satu pesantren ke pesantren lain. Dalam usia 26 tahun, berbekal ilmu yang dimiliki, Muzakki bersama sahabatnya Ahmad Jaelani, membangun pondok pesantren bernama Al Qodiri, yang berdiri pada 6 Juni 1974. Hingga saat ini terdapat sekitar 2065 santri (Putra dan Putri).

Yang menarik, di pesantren Al Qodiri dikembangkan tradisi Zikir Manakib (riwayat Syekh Abdul Qodir Jaelani-AQJ). Menurut KH Taufiqurrahman, putra sulung Kyai Muzakki, Zikir Manaqib yang dikembangkan ayahnya bukanlah membacakan biografi AQJ, melainkan dengan membaca zikir atau amalan tertentu. Jamaah juga diajak untuk bertawassul dan mencintai Syekh AQJ, sambil mengharapkan berkah dan karomahnya, juga mengharapkan syafaat Rasullullah SAW, memohon ridho dan izin Allah SWT.

“Jamaah diajak berzikir bersama. Setelah itu berdoa menurut kebutuhannya masing-masing,” kata KH. Taufiqurrahman menjelaskan. “Semuanya dipimpin langsung Kyai Muzakki.”

Dalam setiap acara manaqib, jamaah membawa botol berisi air. Usai berdoa, jamaah meniup ke dalam botol masing-masing. Dengan keyakinan penuh, air dalam botol tersebut akan mendapatkan kekuatan dari Allah SWT melalui barokah dan karomahnya Syekh AQJ.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar